Berita

PESONAMU 2025: Momentum Penyambutan Mahasiswa Baru UM Bandung

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi membuka rangkaian Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (PESONAMU) 2025 di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Selasa (23/09/2025).

Pembukaan ditandai dengan pemasangan nametag hihid dan bandana PESONAMU kepada perwakilan mahasiswa baru, serta pemukulan gong oleh Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto.

Dalam sambutannya, Rektor Herry menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru.

Ia berharap para mahasiswa dapat menimba ilmu dengan sungguh-sungguh di kampus dan tumbuh menjadi Islamic technopreneur yang berkemajuan, tangguh, serta kontributif bagi masyarakat.

Ketua Panitia PESONAMU 2025, Fattan Ichlasul Jahid, melaporkan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh 1.542 mahasiswa baru dari berbagai program studi.

Ia menjelaskan bahwa PESONAMU terdiri atas rangkaian pra-acara, hari utama PESONAMU, serta ODDI (Orientasi Dakwah-Dakwah Islam).

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian UM Bandung, Dadang Kahmad, berpesan agar mahasiswa baru menjadikan membaca dan menuntut ilmu sebagai kebiasaan utama.

“Jadilah mahasiswa yang gemar membaca dan haus akan ilmu,” ujarnya penuh penekanan.

Hari pertama PESONAMU 2025 juga menghadirkan kuliah kebangsaan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti.

Selain itu, mahasiswa baru dijadwalkan menerima materi inspiratif dari berbagai pihak, termasuk Green Peace Indonesia, Owner Erigo, dan Grab Indonesia.

Suasana pembukaan semakin meriah dengan penampilan Paduan Suara Mahasiswa UM Bandung, tarian jingle khas PESONAMU, serta peluncuran maskot resmi PESONAMU 2025.

Antusiasme mahasiswa baru terlihat dari semangat mereka mengikuti seluruh rangkaian acara.

Salah satu mahasiswa baru, Aliya Khairinniswah, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari UM Bandung.

“Saya merasa senang sekali ikut PESONAMU. Sangat seru juga bisa mendapatkan relasi baru,” ungkapnya penuh antusias.

Dengan berbagai rangkaian kegiatan yang masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan, PESONAMU 2025 diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus lebih dekat.

Lebih dari itu, PESONAMU juga menjadi ruang pembentukan semangat kolaborasi, kecerdasan intelektual, dan kepedulian sosial yang sejalan dengan visi UM Bandung sebagai kampus unggul berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.

Acara ini sekaligus menandai awal perjalanan ribuan mahasiswa baru UM Bandung dalam mengukir prestasi dan kontribusi nyata bagi bangsa dan umat.***

Administrator

Masih Ada Waktu! Daftar Profesi Apoteker UM Bandung Dibuka Sampai 24 September

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kabar gembira datang dari Universitas Muhammadiyah Bandung! Apa itu?

Ya, pendaftaran mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) resmi diperpanjang hingga 24 September 2025.

Kesempatan emas ini semakin spesial karena tersedia biaya khusus bagi para alumni UM Bandung yang ingin melanjutkan studi ke jenjang profesi.

Bagi kamu yang memiliki cita-cita menjadi apoteker profesional sekaligus berkarakter islami, inilah waktu terbaik untuk bergabung. 

Bersama UM Bandung, kamu tidak hanya meraih kompetensi akademik dan keterampilan profesi.

Namun, dibekali dengan nilai-nilai islami yang akan memperkuat integritas dalam dunia kerja.

Administrator

Akidah Islamiah Dorong Etos Kerja Disiplin, Amanah, dan Tanggung Jawab

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Wakil Dekan FAI Universitas Muhammadiyah Bandung Cecep Taufikurrohman menegaskan bahwa akidah Islamiah merupakan elemen vital sekaligus sumber kekuatan utama dalam kehidupan seorang muslim. 

Menurut Buya Cecep, begitu beliau akrab disapa, manusia memiliki dominasi kekuatan pada jiwa dan rohani, berbeda dengan hewan yang hanya mengandalkan fisik terbatas.

Dengan membangun kekuatan rohani melalui akal dan keyakinan, manusia mampu menaklukkan lingkungan bahkan jagat raya.

Hal itu sekaligus menjadi cara untuk mengatasi berbagai keterbatasan jasmaninya.

Cecep menjelaskan, secara prinsip akidah bermakna netral, yaitu semua keyakinan yang dianggap benar oleh manusia.

Namun, akidah Islamiah adalah satu-satunya keyakinan yang benar karena bersumber dari Islam.

Ia mencontohkan keyakinan keliru seperti menyembah berhala, meyakini pohon besar memiliki berkah, atau menjadikan materi sebagai Tuhan.

Semua itu tidak akan memberikan manfaat sebagaimana akidah Islamiah yang terbukti mendorong lahirnya peradaban agung.

Sejarah, kata Cecep, menunjukkan akidah Islamiah melahirkan etos kerja yang kuat, mencakup disiplin, amanah, kerja keras, tanggung jawab, dan keikhlasan.

Tanpa akidah yang benar, seorang muslim akan kehilangan daya untuk berkarya.

Ia menegaskan iman harus diwujudkan dalam amal nyata, baik dalam ibadah ritual maupun sosial.

Termasuk di antaranya menepati janji, peduli sesama, serta terus berkarya sepanjang hayat.

Cecep juga menyinggung QS Al-Baqarah ayat 177 yang menekankan kebaikan sejati bukan sekadar simbol menghadap kiblat. 

Ayat ini menegaskan kebaikan diwujudkan dengan iman, amal nyata, dan kepedulian sosial terhadap anak yatim, fakir miskin, hingga membebaskan hamba sahaya.

Menurutnya, seorang muslim tidak memiliki waktu untuk bermalas-malasan karena hidup harus diisi dengan karya bermanfaat. 

“Pekerjaan seorang muslim tidak boleh asal-asalan, sebab akan diperiksa oleh Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin, bukan sekadar atasan,” pungkasnya.***

Administrator

Pra-PESONAMU 2025: Ribuan Mahasiswa Baru UM Bandung Siap Jalani Perjalanan Akademik

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi memulai rangkaian kegiatan Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (PESONAMU) 2025 melalui acara pembukaan yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Senin (22/09/2025).

Opening ceremonial ini diawali dengan Pra-PESONAMU yang menjadi ajang perkenalan bagi mahasiswa baru angkatan 2025/2026, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri.

Mengusung tema “Think Smart, Act Right, Be Impactful”, PESONAMU tahun ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa baru yang berpikir bijak, bertindak positif, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pra-PESONAMU hadir bukan hanya sebagai kegiatan pengenalan kampus, melainkan sebagai bekal awal bagi mahasiswa untuk memulai perjalanan akademik dan non-akademik mereka di UM Bandung.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa mendapat dua materi menarik dari tim Lazismu dan tim Nooveleum.

Kedua materi ini memberikan wawasan tentang berbagai program yang dapat mendukung mahasiswa dalam mengembangkan diri selama menempuh pendidikan di kampus.

Antusiasme peserta semakin terasa dengan kehadiran mahasiswa asing, salah satunya Waeshami Hayeloh dari Thailand Selatan. Ia mengaku terkesan dengan suasana pembukaan.

“Pra-PESONAMU sangat seru, apalagi dengan tambahan materi dari Lazismu dan Nooveleum yang bermanfaat sebagai pembelajaran,” ungkapnya.

Melalui Pra-PESONAMU 2025, UM Bandung berharap mahasiswa baru lebih siap menjalani rangkaian orientasi sekaligus beradaptasi dengan lingkungan kampus secara optimal.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat belajar dan kebersamaan sejak hari pertama.

Sebagai informasi tambahan, UM Bandung masih membuka pendaftaran Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) hingga 24 September 2025.

Selain itu, Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk prodi PAI, PIAUD, dan Administrasi Publik masih dibuka hingga 30 September 2025.***

Administrator

KKN 2025 UM Bandung Bawa Dampak Nyata Bagi Masyarakat

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menggelar Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 pada Rabu (17/09/2025).

Acara yang berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, ini menampilkan 119 booth karya mahasiswa peserta KKN.

Berbagai inovasi dipamerkan, mulai dari produk makanan hingga alat peraga kreatif yang memenuhi area auditorium.

Ketua Pelaksana KKN, Perwito, menyampaikan bahwa sebanyak 1.204 mahasiswa telah didistribusikan ke lima daerah di Bandung Raya.

“Peserta KKN kali ini ditempatkan di Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Cimahi,” ujarnya.

Menurut Perwito, KKN tahun ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan juga pintu kolaborasi dengan pemerintah daerah di Bandung Raya.

Ia pun mengapresiasi dukungan penuh dari berbagai pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Kepala LPPM UM Bandung, Ijang Faisal, menambahkan bahwa desa-desa saat ini banyak menerima bantuan pemerintah untuk menjalankan program pembangunan.

Oleh karena itu, peran kampus sangat penting dalam mendorong mahasiswa merancang program yang mampu memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.

“Perlu ada pendataan ulang agar program KKN tahun depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa,” tegasnya.

Wakil Rektor I UM Bandung, Hendar Riyadi, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Expo KKN 2025 yang dinilainya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menilai banyak program mahasiswa yang memberikan dampak nyata dan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat. 

“KKN tahun ini menjadi wadah positif untuk membangun generasi unggul, sekaligus memperkuat komitmen UM Bandung melahirkan pemimpin masa depan di level global,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, kampus juga memberikan penghargaan kepada kelompok KKN paling kreatif dan inovatif dalam beberapa kategori, seperti Program Terinovatif, Media Sosial Terbaik, dan Booth Terbaik.

Acara ini semakin meriah dengan hadirnya berbagai tokoh penting, antara lain Wakil Ketua PWM Jawa Barat, perwakilan Pemprov Jawa Barat, perwakilan Kesbangpol Bandung Barat, serta para Ketua PDM se-Bandung Raya.

Hadir pula perwakilan pemerintah kota dan kabupaten Bandung Raya, camat, hingga kepala desa dan kelurahan dari 59 titik lokasi KKN.***(FK)

Administrator

PESONAMU UM Bandung 2025 Makin Berkesan dengan Kehadiran Maskot Raki

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Ada yang lebih menarik pada gelaran Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (PESONAMU) tahun ini.

Panitia acara Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (PESONAMU) tahun 2025 Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi memperkenalkan Raki sebagai maskot.

Kehadiran Raki disambut sangat meriah. Kehadirannya menjadi simbol semangat dan keceriaan ribuan mahasiswa baru dalam memulai perjalanan studinya di Universitas Muhammadiyah Bandung.

PESONAMU merupakan agenda tahunan yang berfungsi sebagai orientasi akademik dan sosial bagi mahasiswa baru.

Melalui kegiatan ini, universitas memperkenalkan nilai-nilai keislaman, akademik, dan budaya kampus, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di antara peserta.

Raki hadir dengan karakter burung merak berwarna biru-kuning-hijau, lengkap dengan sayap dan ekor yang mencolok.

Ekspresi ceria serta pose percaya diri pada Raki dirancang untuk mencerminkan semangat muda, keberagaman, dan identitas UM Bandung.

Filosofi ini diharapkan mampu memberikan energi positif bagi mahasiswa baru yang tengah memasuki dunia perkuliahan.

”Raki ini adalah representasi visual dari tema PESONAMU 2025, think smart, act right, be impacful,” ujar Ami, salah satu tim perancang maskot Raki, pada Kamis (18/09/2025).

Lebih dari sekadar simbol, penggunaan maskot seperti Raki memiliki peran penting dalam kegiatan orientasi.

Maskot mampu menciptakan rasa kedekatan, menumbuhkan identitas kolektif, sekaligus menjadi medium kreatif dalam menyampaikan pesan-pesan kampus kepada mahasiswa baru.

Dengan cara ini, Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru UM Bandung tahun 2025 tidak hanya seremonial dan informatif.

Namun, diharapkan jauh lebih menarik dan berkesan di benak ribuan mahasiswa baru.

Menurut Ketua Panitia PESONAMU 2025, Fattan, kehadiran Raki diharapkan dapat menjadi ikon yang melekat kuat dalam ingatan mahasiswa baru.

”Saya ingin Raki menjadi penghubung emosional antara kita dengan mahasiswa baru” ujarnya.

Dengan kehadiran Raki sebagai maskot resmi, panitia PESONAMU berharap orientasi mahasiswa baru UM Bandung tahun ini dapat berlangsung lebih semarak dan bermakna.

Selain itu, maskot ini juga diharapkan menjadi bagian dari tradisi PESONAMU yang terus dikenang oleh mahasiswa di tahun-tahun mendatang.***

Administrator