Berita

Muhammadiyah Sebagai Problem Solver Pendidikan

Oleh: Ace Somantri

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Jauh sebelum negeri ini berdiri secara resmi sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, telah tumbuh sebuah gerakan sosial-keagamaan yang lahir dari kegelisahan zaman. Gerakan itu bernama Muhammadiyah, sebuah organisasi yang sejak awal tidak hanya berbicara soal agama, tetapi juga tentang kehidupan manusia secara menyeluruh.

Muhammadiyah hadir bukan sekadar sebagai perkumpulan biasa. Ia tumbuh sebagai gerakan yang berakar pada nilai-nilai Islam sekaligus respons terhadap persoalan sosial yang nyata. Dalam perjalanan sejarahnya, nama Muhammadiyah kemudian menjelma menjadi simbol pembaruan Islam di Nusantara.

Di balik lahirnya gerakan ini, berdiri sosok ulama visioner, Kiai Ahmad Dahlan. Ia bukan hanya dikenal sebagai pribadi yang alim, tetapi juga sebagai pemikir kritis yang peka terhadap kondisi sosial masyarakat pada masanya.

Kiai Dahlan membaca realitas dengan jernih. Ia melihat bagaimana masyarakat pribumi hidup dalam keterbelakangan, baik secara ekonomi maupun pendidikan. Kondisi itu bukan semata takdir, melainkan akibat dari sistem yang mengekang dan kurangnya akses terhadap ilmu pengetahuan.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Kiai Dahlan menemukan pijakan kuat dalam Al-Qur’an. Baginya, ayat-ayat suci bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Ia kemudian merumuskan pendekatan dakwah yang tidak hanya normatif, tetapi solutif. Dakwah bukan sekadar seruan moral, melainkan aksi nyata untuk membantu dan memberdayakan masyarakat.

Dalam praktiknya, Kiai Dahlan tidak berjalan sendiri. Ia mengajak orang-orang di sekitarnya untuk bersama-sama mengaji, mengkaji, dan memahami Al-Qur’an secara mendalam. Dari proses itulah lahir kesadaran kolektif untuk bergerak.

Menariknya, pendekatan yang digunakan tidak kaku. Ia mengajarkan agama dengan cara yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini membuat ajarannya mudah diterima, sekaligus memberi dampak nyata.

Langkah-langkah Kiai Dahlan kemudian berkembang menjadi gerakan sosial yang terorganisir. Bersama para murid dan sahabatnya, ia membangun fondasi bagi lahirnya Muhammadiyah sebagai entitas gerakan.

Salah satu fokus utama gerakan ini adalah pendidikan. Kiai Dahlan menyadari bahwa kebodohan adalah akar dari banyak persoalan. Maka, membangun sekolah menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda.

Sekolah yang didirikannya bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang pembebasan. Di sana, anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan kesempatan untuk belajar membaca, menulis, dan memahami dunia.

Metode pengajaran yang digunakan pun berbeda. Lebih kreatif, komunikatif, dan menyentuh sisi emosional peserta didik. Hal ini membuat proses belajar menjadi hidup dan bermakna.

Tak heran jika sekolah-sekolah Muhammadiyah kemudian berkembang pesat. Dari satu tempat kecil, ia menyebar ke berbagai daerah, menjangkau masyarakat yang sebelumnya terpinggirkan.

Dalam konteks kolonialisme Hindia Belanda, kehadiran Muhammadiyah menjadi oase di tengah kegelapan. Ia menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang lama terjebak dalam ketertindasan.

Pendidikan yang dibangun Muhammadiyah perlahan menumbuhkan kesadaran kritis. Masyarakat mulai memahami hak dan martabatnya sebagai manusia.

Dari sana, lahir keberanian untuk melawan ketidakadilan. Pendidikan menjadi alat perlawanan yang halus, tetapi efektif dalam membangun kekuatan masyarakat.

Seiring waktu, jaringan Muhammadiyah semakin luas. Para alumni dan kadernya menyebar ke berbagai daerah, membawa semangat pembaruan dan dakwah yang mencerahkan.

Hingga hari ini, Muhammadiyah tetap konsisten menjadikan pendidikan sebagai pilar utama gerakannya. Dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, semua diarahkan untuk membangun kualitas manusia.

Namun, pertanyaan penting tetap relevan untuk diajukan. Sejauh mana dampak pendidikan Muhammadiyah benar-benar mampu membebaskan masyarakat dari berbagai bentuk ketertindasan?

Pada akhirnya, keberhasilan Muhammadiyah tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang berdiri, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Apakah mereka yang terdidik mampu menjadi solusi bagi lingkungannya? Di situlah makna sejati dari gerakan ini terus diuji dari masa ke masa.

Administrator

UM Bandung Edukasi Pelaporan Pajak Lewat Webinar Coretax SPT Tahunan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Tax Center Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung berhasil menyelenggarakan webinar bertajuk “Kupas Tuntas! Persiapan SPT Tahunan PPh Badan melalui Coretax” pada Rabu (15/04/2026).

Kegiatan yang digelar secara daring melalui platform Zoom tersebut diikuti oleh mahasiswa serta masyarakat umum yang antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir.

Pembina Tax Center UM Bandung Dr Yuniati SE MAk menegaskan bahwa kewajiban perpajakan merupakan amanah yang harus dilaksanakan oleh setiap wajib pajak dengan penuh tanggung jawab.

“Pajak bukan hanya administratif, melainkan sebagai bentuk kontribusi yang nyata dalam rangka mewujudkan kemaslahatan masyarakat dan pembangunan bangsa,” ujar Yuniati.

Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai kejujuran, ketepatan, dan kepatuhan dalam proses pelaporan SPT Tahunan PPh Badan.

Menurutnya, melalui kegiatan ini peserta diharapkan mampu memahami secara komprehensif dan praktis terkait simulasi pengisian SPT Tahunan PPh Badan secara benar, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Peserta tentunya diharapkan dapat memahami secara komprehensif dan praktis bagaimana simulasi pengisian SPT Tahunan PPh Badan secara benar, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yuniati berharap webinar ini dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan literasi perpajakan di tengah masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran moral dan spiritual dalam menjalankan kewajiban sebagai warga negara.

“Tentu ini menjadi pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya dalam membantu terkait pengetahuan seputar perpajakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Akuntansi UM Bandung Iman Harjono mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai memberikan manfaat besar bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini mampu menambah wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang perpajakan, terlebih menjelang batas akhir pelaporan SPT Tahunan.

“Tentu adanya pelaporan SPT tahunan nanti tanggal 30 April, kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan kepada para peserta dengan nilai kompetisinya di bidang perpajakan,” ungkap Iman.

Ia berharap kegiatan ini dapat membantu peserta lebih siap dalam memenuhi kewajiban perpajakannya secara tepat.

“Semoga acara ini menjadi langkah nyata dari Tax Center UM Bandung untuk memberikan alternatif solusi di bidang perpajakan, sekaligus mengenalkan keberadaan Tax Center UM Bandung kepada masyarakat,” tandasnya.

Dua narasumber pada kegiatan ini berasal dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat I. Mereka adalah Sigit Kurniawan dan Sigit Andriyanto. Selain itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung Ia Kurnia juga memberikan sambutan.***(FK)

Administrator

UM Bandung Perkuat Komitmen Siapkan Generasi Unggul Lewat Pendidikan Tinggi

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kepala Bagian Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Abdul Rohim mengajak para lulusan sekolah Muhammadiyah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di UM Bandung.

Ajakan tersebut disampaikannya saat kegiatan visit campus bersama SMA Muhammadiyah Wanaraja, Garut, pada Kamis (16/04/2026).

Rohim menilai, melanjutkan studi di kampus Muhammadiyah akan memudahkan proses adaptasi bagi para siswa. Hal ini karena mereka sudah terbiasa dengan lingkungan pendidikan yang sejalan, baik dari sisi ibadah maupun nilai-nilai muamalah.

“Insyaallah lulusan dari UM Bandung sudah banyak yang berkiprah di bidang masing-masing. Oleh karena itu, kami mengajak adik-adik sekalian untuk melanjutkan pendidikan di kampus Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa UM Bandung telah meraih akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT sejak tahun 2024.

Selain itu, kampus ini didukung oleh fasilitas pembelajaran yang memadai, gedung milik sendiri, serta lokasi strategis di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752 yang mudah dijangkau.

Dalam kesempatan tersebut, Rohim mengaku sangat menyambut baik kunjungan dari SMA Muhammadiyah Wanaraja sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dunia kampus kepada siswa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam membantu siswa merancang masa depan sejak masih duduk di bangku sekolah menengah.

“Kampus kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. UM Bandung juga menyediakan berbagai beasiswa, salah satunya beasiswa KDM yang bisa dimanfaatkan oleh para siswa,” tambahnya.

Rohim juga menyoroti karakter masyarakat Garut yang dikenal memiliki semangat merantau demi meraih masa depan yang lebih baik. Ia menyebut banyak tokoh sukses di kota besar berasal dari daerah tersebut.

“Maka dari itu, kalau ingin sukses, maka merantaulah. Semoga masa depan itu nanti ditentukan di UM Bandung,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah Wanaraja, Hiban Alianur, mengaku terkesan dapat kembali berkunjung ke UM Bandung.

Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari silaturahmi yang membawa nilai positif bagi siswa dan lembaga pendidikan.

Menurutnya, UM Bandung merupakan salah satu kampus Muhammadiyah terbaik di Jawa Barat yang memiliki potensi untuk terus berkembang hingga tingkat nasional.

“Kami sengaja membawa siswa kelas sebelas untuk memperkenalkan dunia kampus. Kampus itu adalah laboratorium peradaban, tempat berkembangnya ilmu pengetahuan dan inovasi. Untuk itulah kami datang ke sini,” ungkap Hiban.

Ia menambahkan, kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menyiapkan generasi muda agar memiliki visi masa depan yang jelas dan tidak hanya berhenti pada pendidikan dasar.

Hiban juga menyoroti sambutan hangat dari pihak kampus sebagai salah satu alasan kunjungan ini kembali dilakukan.

Ia berharap, kegiatan ini dapat memotivasi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“UM Bandung menjadi salah satu tempat terbaik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, sejalan dengan semangat Muhammadiyah sebagai organisasi yang berkemajuan,” pungkasnya.***

Administrator

Zikir Disebut Sebagai Mindfulness dalam Perspektif Islam

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Bandung Sopaat Rahmat Selamet menegaskan pentingnya penerapan pola hidup holistik di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Sopaat itu, pola hidup holistik menjadi pendekatan yang relevan untuk menjaga keseimbangan hidup manusia.

Konsep ini memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh yang mencakup aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual.

“Manusia tidak bisa dipisahkan antara tubuh, pikiran, emosi, dan ruh. Semuanya saling terhubung dan saling memengaruhi,” ujarnya saat mengisi program GSM, Senin (13/04/2026).

Ia menjelaskan, penerapan pola hidup holistik dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti menjaga pola makan sehat, mengelola stres, serta melatih kesadaran diri melalui praktik mindfulness dan meditasi.

Upaya tersebut dinilai mampu membantu seseorang mencapai keseimbangan hidup secara menyeluruh.

Dalam pemaparannya, Sopaat juga menyoroti kearifan lokal Sunda yang selaras dengan prinsip holistik.

Salah satunya adalah tradisi ngaleuhang, yakni terapi uap berbahan rempah-rempah yang bermanfaat untuk relaksasi dan menjaga kesehatan tubuh. 

Selain itu, praktik pijat dan seni bela diri seperti silat turut berperan dalam menjaga keseimbangan fisik.

Tak hanya itu, sejarawan Muhammadiyah tersebut juga mengungkapkan bahwa olah eling, sebagai bentuk meditasi khas Nusantara, memiliki peran penting dalam mengendalikan emosi sekaligus menyucikan hati.

“Olah eling bukan sekadar meditasi, tetapi juga proses membersihkan hati agar manusia menjadi lebih tenang dan sadar,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam perspektif Islam, konsep hidup holistik juga tercermin dalam berbagai ajaran, seperti tibun nabawi.

Praktik bekam, zikir, serta konsumsi nutrisi sunah seperti madu dan habbatussauda menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan lahir dan batin.

Menurutnya, zikir dan doa tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga sebagai terapi spiritual yang mampu menenangkan jiwa.

“Zikir merupakan bentuk mindfulness dalam Islam yang langsung terhubung dengan Allah, sehingga memberikan dampak spiritual yang lebih mendalam,” ungkapnya.

Sopaat juga menekankan pentingnya tingkat kesadaran dalam menentukan kualitas hidup seseorang.

Mengutip pandangan David Hawkins dalam Power vs Force, ia menjelaskan bahwa emosi negatif seperti marah dan takut dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, sementara emosi positif seperti kasih sayang dan penerimaan justru memperkuat kondisi fisik dan mental.

Di akhir pemaparannya, ia menegaskan bahwa keseimbangan antara raga, jiwa, dan ruh menjadi kunci utama dalam meraih kehidupan yang berkualitas.

“Jika manusia mampu menjaga keseimbangan tersebut, maka ia akan lebih siap menghadapi berbagai persoalan hidup dan menuju derajat insan kamil,” pungkasnya.***(FA

Administrator

Siap Jadi Apoteker Masa Depan? Mulainya dari UM Bandung

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Buat kamu yang punya mimpi jadi apoteker profesional, Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) di Universitas Muhammadiyah Bandung bisa jadi pilihan yang menarik. Program ini hadir bukan sekadar mencetak tenaga kesehatan, melainkan membentuk lulusan yang berkarakter dengan integrasi nilai keislaman dan semangat kewirausahaan.

Di sini, proses belajar dirancang nggak monoton. Mahasiswa diajak memahami dunia farmasi secara lebih luas, mulai dari aspek klinis hingga peluang bisnis di bidang kesehatan. Jadi, kamu enggak hanya siap kerja, tapi juga punya peluang untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.

Salah satu keunggulan PSPPA UM Bandung adalah kolaborasinya dengan para praktisi aktif. Mulai dari tenaga profesional di rumah sakit, industri farmasi, hingga instansi pemerintah, semuanya terlibat langsung dalam proses pembelajaran mahasiswa.

Ketua Prodi PSPPA UM Bandung Adam Aulia Rahman menjelaskan bahwa keterlibatan praktisi ini penting agar mahasiswa punya gambaran nyata tentang dunia kerja. Dengan begitu, mereka bisa lebih siap menghadapi tantangan profesi apoteker setelah lulus.

Enggak cuma itu, kurikulum di PSPPA UM Bandung juga mengusung konsep Islamic Pharmatechnopreneur. Konsep ini mendorong mahasiswa untuk unggul secara akademik sekaligus memiliki jiwa inovatif dan kewirausahaan yang berlandaskan nilai Islami.

Supaya makin matang, mahasiswa juga dibekali pengalaman langsung lewat Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA). Lewat program ini, mereka bisa belajar langsung di berbagai instansi dan merasakan bagaimana dinamika kerja di dunia farmasi sesungguhnya.

Pengalaman PKPA ini juga jadi kesempatan emas untuk membangun jaringan profesional. Ditambah dengan kuliah pakar bersama preseptor, mahasiswa bisa mendapatkan insight berharga yang enggak selalu didapat di ruang kelas.

Dengan semua keunggulan tersebut, lulusan PSPPA UM Bandung punya peluang karier yang luas. Mulai dari apotek, industri farmasi, instansi pemerintah, hingga menjadi entrepreneur di bidang kesehatan. Jadi, kalau kamu ingin jadi apoteker yang kompeten, beretika, dan siap bersaing, PSPPA UM Bandung bisa jadi langkah awal yang tepat.***

Administrator

Usia Ke-8, Himtekpa UM Bandung Siap Tingkatkan Kontribusi Untuk Masyarakat

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (Himtekpa) UM Bandung berhasil menyelenggarakan perayaan Dies Natalis ke-8 pada Sabtu (11/4/2026).

Acara yang digelar di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga UM Bandung, tersebut dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan.

Ketua Pelaksana M Ridho Al Hafizh menyampaikan bahwa perayaan Dies Natalis tahun ini mengangkat tema “Nusantara Color Science: Transforming Tradition Into Innovation”.

Ia menjelaskan bahwa berdirinya Himtekpa UM Bandung dilatarbelakangi oleh semangat kebersamaan serta kecintaan mahasiswa terhadap ilmu pangan.

“Antusiasme anggota Himtekpa sangat luar biasa. Kami dipersatukan oleh rasa kekeluargaan dan kecintaan yang sama terhadap ilmu pangan,” ujar Ridho.

Ridho juga mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu delapan tahun, Himtekpa telah melaksanakan berbagai program yang memberikan dampak positif bagi sivitas akademika maupun masyarakat.

“Layaknya di laboratorium saat dua zat dicampurkan hingga menghasilkan reaksi, di himpunan ini kami menggabungkan ide, tenaga, dan waktu untuk menciptakan dampak bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Himtekpa UM Bandung M Fathir Lukman menegaskan bahwa Dies Natalis menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan organisasi selama delapan tahun terakhir.

“Alhamdulillah, himpunan ini terus konsisten dalam mencetak mahasiswa yang kreatif dan berkualitas melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan,” kata Fathir.

Ia berharap peringatan Dies Natalis ke-8 ini dapat memotivasi Himtekpa UM Bandung agar terus konsisten menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga Himtekpa terus melahirkan mahasiswa yang kreatif dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

Mengembangkan inovasi

Di sisi lain, dosen Teknologi Pangan UM Bandung Fahmi Ilman Fahrudin turut menyampaikan apresiasi atas capaian Himtekpa yang kini memasuki usia delapan tahun.

Menurutnya, Program Studi Teknologi Pangan UM Bandung memiliki kebanggaan tersendiri karena mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis pemanfaatan sumber daya alam Indonesia.

“Indonesia dengan kekayaan sumber daya yang dimiliki menjadi kebanggaan bagi kami sebagai mahasiswa Teknologi Pangan untuk terus mengembangkan inovasi yang bermanfaat,” ungkap Fahmi.

Ia menambahkan, mahasiswa Teknologi Pangan memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan keilmuannya guna memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga ke depan Himtekpa semakin berkembang, semakin solid, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tandasnya.***(FK)

Administrator